Program Riset Unggulan Strategis Nasinal (Runas) dicanangkan Kementrian Riset dan Teknologi sejak tahun 2000. Program Rusnas dikelola oleh sejumlah perguruan tinggi terkemuka dan BPPT, salah satunya IPB. Hasil riset yang dikelola pusat kajian buah-buahan tropika IPB berhasil menciptakan empat buah tropis yang masuk program Rusnas yaitu manggis, nenas, papaya dan pisang. Buah tersebut mampu diproduksi secara maksimal, tahan hama, kaya varietas dan memiliki nilai ekonomis tinggi.   (Sugeng Wahyudi, 2010)

Pepaya merupakan buah yang hampir semua orang Indonesia pernah merasakannya. Pohon papaya banyak dijumpai di pekarangan rumah dan menanamnya pun relatif mudah. Tetapi sampai dengan saat ini, sangat jarang yang membudidayakan papaya dalam skala usaha. Dalam dunia perbuahan, sering dijumpai buah-buahan berlabel ‘bangkok’ yang tidak selamanya lebih baik, maka perlu dilakukan budidaya produk lokal yang mutunya tidak kalah dengan buah impor.

Pengembangan papaya lokal bertujuan untuk menghasilkan papaya tipe besar, sedang dan kecil.    Menurut Prof Sriani Sujiprihati, jenis papaya yang paling digemari masyarakat kebanyakan adalah, self type atau mini karena memakannya tidak perlu dikupas. Penelitian dan pengembangan varietas-varietas pepaya unggul ini membutuhkan waktu yang panjang. Penelitian mulai dilakukan tahun 2000 yang diawali dengan pengumpulan plasma nutfah sebagai calon tetua yaitu, varietas hawai solo, jenis lokal asal Cicurug, Bogor, dan introduksi dari luar negeri. Dari koleksi-koleksi tersebut  dilakukan penyilangan, seleksi dan pemurnian. Hasil penelitian melahirkan 9 varietas papaya unggul yaitu IPB-1, IPB-2, IPB-3, IPB-4, IPB-5,IPB-6C, IPB-8, IPB-9 dan IPB-10. IPB-1 dan IPB-2 mendapatkan nama Arum Bogor dan Prima Bogor. Pepaya-pepaya unggul produktivitasnya lebih tinggi, lebih tahan hama,bentuknya lebih seragam dan tidak ada kekosongan pada masa panen karena musim kemarau tidak memproduksi bunga hermaprodit

Pepaya IPB-9 adalah pepaya jenis California. Memiliki kekhasan pada permukaan kulit buahnya yang sangat mulus dan berwarna hijau. Bila dibelah daging buahnya berwarna Jingga kemerahan yang lezat. Daging buahnya tebal dan lembut. Bobotnya 1,5 kg dengan tingkat kemanisan 110 briks. Memiliki Kadar gulanya lebih tinggi dari pepaya Cibinong yang berkadar gula 9-100briks. Contoh petani yang berhasil membudidayakan IPB-9 adalah Anwar Musada. Dengan membudidayakan IPB-9 pada lahan seluas 4 hektar, bisa meraih omzet 68 juta perbulan.(Anonim, 2011)

Dalam skala usaha, untuk mendapatkan budidaya papaya yang maksimal diperlukan pengetahuan mulai dari pemilihan bibit, persiapan lahan dan perawatan, keamanan dan pemetikan. Untuk penyediaan  informasi dan pengetahuan bagi petani dan stake holder yang terlibat maka perlu dibangun blog tentang budidaya papaya IPB-9. Blog ini dibangun dengan harapan dapat menjadi media diseminasi informasi dan pengetahuan budidaya papaya IPB-9. Blog ini diharapkan dapat diakses oleh petani, pelaku bisnis ataupun peneliti yang berkepentingan.